Waspada Modus Bantuan Dapur Pesantren, Pimpinan Ponpes Mamba’us Sholihin Ciamis Jadi Korban Pemerasan

LTNNU Ciamis – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, dunia pesantren di Jawa Barat digemparkan dengan dugaan aksi pemerasan bermodus program pembangunan Dapur Pesantren Hj. Kun Habibah, M.Pd. Pimpinan Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin yang berlokasi di Dusun Cikawung, Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, secara resmi mengungkap kronologi penipuan yang dialaminya.
Kejadian ini bermula dari tawaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa bantuan pembangunan dapur pesantren. Namun, niat baik untuk mengembangkan fasilitas pendidikan tersebut justru berujung pada kerugian materi sebesar Rp 5.000.000,- akibat tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kronologi dan Modus Operandi
Menurut penuturan Hj. Kun Habibah, rangkaian peristiwa ini melibatkan jaringan oknum yang mengaku memiliki akses terhadap program bantuan pemerintah dan swasta. Berikut adalah poin-poin penting dalam kejadian tersebut:
Pancingan Program: Korban ditawari pembangunan dapur dengan syarat ketersediaan lahan 20×20 meter. Pelaku meyakinkan korban bahwa pesantrennya sangat layak mendapatkan bantuan tersebut.
Keterlibatan Oknum: Terduga pelaku diduga mencatut nama pendamping desa dan relasi dari berbagai daerah seperti Cirebon, Bandung, hingga Cianjur untuk membangun kepercayaan.
Prosedur yang Mencurigakan: Korban diminta membuat proposal yang bersifat rahasia (tidak boleh dipublikasikan) dan mengikuti serangkaian pertemuan melalui Zoom Meeting dengan pihak yang mengatasnamakan “Koperasi Nusantara”.
Pertemuan di Lokasi Fiktif: Korban diarahkan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di wilayah Cipanas, Cianjur. Meski lokasi pertemuan disebut sebagai pesantren, korban merasa janggal karena tidak adanya aktivitas santri di lokasi tersebut.
Himbauan kepada Lembaga Keagamaan
Hj. Kun Habibah menyatakan bahwa dirinya membagikan pengalaman pahit ini agar menjadi peringatan bagi pimpinan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya di seluruh Indonesia.
“Saya berharap kejadian ini menjadi perhatian serius pihak berwenang. Jangan sampai ada pesantren lain yang menjadi korban pemerasan dengan kedok program bantuan seperti ini, terutama di momen menjelang lebaran di mana pengajuan bantuan sering kali marak,” ujar Hj. Kun Habibah.
Saat ini, pihak korban tengah mempertimbangkan langkah hukum lebih lanjut untuk mengusut tuntas jaringan oknum yang melakukan praktik pemerasan tersebut.
#Ciamis #InfoCiamis #PesantrenWaspada #ModusPenipuan #HjKunHabibah #MambausSholihin #Lakbok #BeritaPesantren #LaporPolisi #WaspadaBantuanFiktif



